RSS

Pengendalian Gulma secara Biologi

02 Des

Pengendalian Gulma secara Biologi

 

Pengendalian biologi adalah aksi/kerja dari parasit, predator, dan patogen dalam mempertahankan kepadatan organisme lain pada tingkat yang rendah dibandingkan tanpa kehadirannya. Pengendalian biologi merupakan salah satu cara pengendalian yang dinilai

cukup aman dan mempunyai beberapa keuntungan, antara lain :

1. selektivitas tinggi dan tidak menimbulkan hama baru

2. organisme yang digunakan sudah tersedia di alam

3. organisme yang digunakan dapat mencari dan menemukan inangnya

4. dapat berkembangbiak dan menyebar

5. hama tidak menjadi resisten atau kalaupun terjadi sangat lambat

6. oengendalian berjalan dengan sendirinya.

Contoh dari pengendalian lingkungan secara biologi adalah pengendalian gulma.

Pengendalian gulma secara biologi adalah pengendalian gulma dengan

menggunakan organisme lain berupa binatang ataupun tumbuhan berderajat

rendah hingga berderajat tinggi, misalnya: cendawan, bakteri, tumbuhan/tanaman

berderajat tinggi, binatang/hewan ternak.

Pengendalian gulma dapat dilakukan karena  setiap spesies tumbuhan (gulma) secara alami mempunyai musuh alami tertentu. Dalam keadaan tidak terganggu, antara tumbuhan dengan musuh alaminya berada dalam keadaan keseimbangan.

Pengendalian gulma ini dilakukan dengan  menekan populasi gulma dengan musuh alami hingga tingkat tertentu

sehingga secara ekologi maupun ekonomi keberadaan gulma sudah tidak

merugikan. Keadaan tersebut dapat dipertahankan dan berlaku untuk jangka

panjang sehingga usaha pengendalian lain tidak diperlukan.

 

Prosedur Pengendalian Biologi

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengendalian gulma secara

biologi antara lain :

  1. Eksplorasi agen dari luar.

Eksplorasi agen dari luarmembutuhkan identifikasi gulma yang tepat dan negara asalnya. Analisis genetic terhadap senyawa kimia spesifik suatu tanaman, isozym, dan DNA digunakan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi perbedaan strain gulma dan untuk memfasilitasi koleksi agen dari strain dan tempat asal yang sama sebagai gulma target.

  1. Seleksi agen

Seleksi agen merupakan langkah kritis dan pemilihan agen terbaik merupakan tujuan utama. Biasanya, setiap agen yang diuji dan diintroduksi membutuhkan tiga tahun pengujian yang membutuhkan dukungan teknik dan fasilitas yang cukup mahal. Karena mahalnya biaya untuk melepas suatu agen, maka harus dipilih agen yang memiliki potensi sukses dalam pengendalian.

  1. Uji Kekhususan Inang

Mengingat musuh alami yang akan digunakan untuk pengendalian adalah organisme pemakan tumbuhan maka sangat beralasan bahwa ada kekuatiran besar atas kemungkinan selama perjalanan waktu terjadi perubahan status musuh alami menjadi agen perusak (hama) tanaman budidaya. Perhatian bukan hanya ditujukan pada masalah potensi merusak, tapi juga pada pemilihan agen polifag, bahkan oligofag pun harus dapat dipastikan bahwa inang alternatifnya bukan tanaman budidaya ekonomis. Idealnya adalah apabila ditemukan jenis agen monofag.

Harley & Forno (1992) mengemukakan suatu kriteria jenis tanaman yang

harus diuji sebagai berikut:

v      Tumbuhan memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan gulma sasaran (misalnya varietas lain atau spesies lain dalam marga (genus) atau suku (famili) yang sama

v      Tumbuhan yang telah diketahui sebelumya sebagai salah satu inang alternative bagi agen yang bersangkutan

v       Tumbuhan yang merupakan inang jenis agen perusak yang memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan calon musuh alami

v      Tumbuhan yang hubungan kekerabatannya tidak jelas tetapi memiliki sifat biokemis atau morfologi yang sama atau sangat mirip dengan gulma sasaran

v      Beberapa jenis tanaman budidaya/ekonomis yang umum tumbuh di lingkungan gulma sasaran

  1. Uji Kesukaan Terhadap Inang dengan Pilihan

Uji kesukaan suatu agen calon pengendali gulma dilakukan untuk mengetahui selain gulma yang menjadi target apakah di antara jenis tumbuhan yang diuji ada yang menunjukkan indikasi sebagai inang alternatif. Uji kesukaan dilakukan dengan menyediakan beberapa jenis tumbuhan uji (kurang lebih lima jenis) dimana gulma target adalah salah satu di antaranya. Setiap jenis tumbuhan uji ditanam dalam pot terpisah dan diletakkan secara acak dan diulang. Selanjutnya agen calon pengendali yang sedang dikaji dalam bentuk larva atau nimfa dilepaskan ke dalam sangkar dalam jangka waktu tertentu. Setiap hari dilakukan pengamatan terhadap adanya kegiatan agen misalnya makan (menimbukan gejala kerusakan), meletakkan telur, sembunyi, mencari-cari jalan untuk meninggalkan sangkar dan lain sebagainya. Pengujian ini dikatakan berhasil jika agen melakukan kegiatan pada salah satu tumbuhan uji terutama pada gulma sasaran. Apabila agen melakukan kegiatan pada jenis tumbuhan lain, maka tumbuhan tersebut perlu diuji lebih lanjut.

  1. Uji Kesukaan Inang Tanpa Pilihan

Uji inang tanpa pilihan diselenggarakan di dalam sangkar di mana satu jenis tumbuhan uji ditanam dalam pot. Pengujian dilakukan dengan ulangan dan dengan pembanding. Stadium kehidupan agen yang diuji dapat berupa serangga dewasa, telur yang hampir menetas. Jumlah individunya cukup beberapa ekor larva/serangga dewasa atau beberapa butir telur untuk setiap unit pengamatan.

Penyelenggaraan uji ini dikatakan benar apabila unit pengamatan pembanding menunjukkan kehidupan agen yang dikaji hidup normal. Jangka waktu penyelenggaraan pengujian ini bisa sangat bervariasi tergantung dari respon dari agen yang diuji. Apabila telur menetas dan semua larva atau semua serangga dewasa mati tanpa meninggalkan bekas kegiatan makan yang berarti maka pengujian dapat dihentikan. Apabila dalam jangka waktu dua minggu larva/yang dewasa masih hidup dan menunjukkan aktivitas makan maka besarnya kerusakan dibandingkan dengan unit pembanding. Pengujian diteruskan untuk mengetahui apakah mampu menyelesaikan siklus hidupnya. Telur yang berhasil diletakkan oleh induk selama pengujian juga diuji apakah mampu menyelesaikan siklus hidupnya dan bahkan diteruskan sampai beberapa generasi untuk mengetahui apakah mampu meneruskan perkembangan generasinya.

Dengan dua tahap pengujian kekhususan inang ini dapat dihasilkan suatu kesimpulan apakah suatu agen dapat direkomendasikan atau ditolak sebagai calon pengendali suatu jenis gulma sasaran. Apabila dengan pengujian-pengujian kekhususan inang menunjukkan kekhasannya pada gulma sasaran dan tidak menunjukkan adanya indikasi ancaman terhadap tanaman budidaya/ekonomis maka ijin pelepasan (penggunaannya sebagai pengendalian gulma) dapat

direkomendasikan. Setelah suatu agen calon pengendali dapat dilepas di alam terbuka tidak

berarti kegiatan penelitian telah selesai, tetapi masih harus diikuti dengan kegiatan

pemantauan dan evaluasi.

 

  1. Pemantauan Pascapelepasan

Setelah pelepasan musuh alami sangat perlu adanya kegiatan pemantauan dan evaluasi dengan tujuan mengetahui kendala adaptasi dan pemantapan populasi agen pengendali. Dengan mengetahui kendala yang ditemukan di lapangan maka upaya rekayasa perlu dilakukan untuk membantu pekembangan agen pengendali gulma sasaran.

  1. Evaluasi

Keberhasilan suatu upaya pengendalian gulma adalah sesuatu yang subyektif-anthroposentris dan relatif. Tingkat keberhasilan upaya pengendalian gulma biasanya diukur dengan penurunan populasi sampai pada tingkat yang secara ekonomis kurang/tidak merugikan pada kepentingan manusia pada umumnya atau secara khusus kepentingan pengelola suatu lahan bergulma yang

sedang dikelola untuk kegiatan ekonomi. Pada dasarnya pengendalian biologis gulma bukan suatu upaya untuk pemusnahan (eradikasi) tetapi untuk mencapai suatu keseimbangan biotik antara agen-agen pengendali dan gulma sasaran. Tingkat keseimbangan dimana populasi

gulma secara ekonomis kurang merugikan adalah yang diharapkan. Dilihat dari sisi ekonomis, dibanding dengan cara pengendalian lain, tidak dapat dipastikan bahwa cara pengendalian biologis lebih murah.

.

Tahapan Pengendalian Gulma Secara Biologis

1. Penelusuran informasi tentang status taksonomi dan penyebaran gulm sasaran. Dalam tahap awal ini dilakukan pengamatan lapang tentang tingkat populasi di daerah asal, kemudian dibandingkan dengan di daerah penyebaran yang baru (di luar asal)

2. Penelusuran informasi tentang jenis-jenis musuh alami gulma sasaran dan pencarian musuh alami yang potensial khususnya di daerah asal

3. Pengkajian aspek biologis, kekhususan inang dan ekologis musuh alami yang potensial di daerah asal

4. Pemilihan diantara jenis musuh alami potensial dan pengajuan ijin impor (pemasukan ke dalam daerah dimana gulma akan dikendalikan) untuk penelitian lebih lanjut dalam kondisi karantina

5. Pengadaptasian dan pemantapan musuh alami terpilih di dalam kondisi karantina di daerah negara pengimpor

6. Pengamatan secara seksama pada kondisi karantina atas kemungkinan terbawanya jenis parasitoid dan atau patogen bersama-sama agen yang diimpor.

• Apabila ternyata kedapatan jenis parasitoid dan atau patogen bawaan maka dilakukan pembasmian dan sebaiknya impor ulang dilakukan secara lebih waspada

• Apabila memungkinkan dan ada jaminan, penyeleksian diantara individu agen yang bebas dari parasitoid dan atau patogen masih dapat digunakan sebagai kajian selanjutnya

7. Kajian aspek biologis dan kekhususan inang dalam kondisi karantina di Negara pengimpor

8. Pengajuan ijin pelepasan agen ke lapangan apabila hasil kajian pada tahap kegiatan ketujuh menunjukkan bahwa agen yang bersangkutan tidak memiliki indikasi akan mengancam tanaman budidaya/ekonomis

9. Pembiakan, penyebaran/pelepasan, pemantauan pemantapan adaptasi dan efektivitas agen di lapangan

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Desember 2011 in BiologiQu, Materi Kuliah

 

15 responses to “Pengendalian Gulma secara Biologi

  1. eChi

    27 Desember 2011 at 9:59 pm

    Lam kenal ajah,,,,,

     
    • dedhy_djara

      29 Desember 2011 at 2:17 pm

      Thangs udah berkunjung…….

      Sering-sering ya……!!

       
      • eChi

        30 Desember 2011 at 5:07 am

        siip
        bTw,, dh semester berapa???

         
  2. dedhy_djara

    31 Desember 2011 at 9:03 pm

    Dah semester tua……
    Ga enak disebutin…….

    hheheheheee…………….

    Kalo kamu….???

     
    • eChi

      1 Januari 2012 at 11:19 pm

      Hmmmm……
      c0ba tEbak!! hehe

       
      • dedhy_djara

        3 Februari 2012 at 1:16 am

        Pasti semester 9…..

        Benar kan….???

        hehehehe….

         
        • eChi

          3 Februari 2012 at 9:09 pm

          saLah,,,,

           
          • dedhy_djara

            4 Februari 2012 at 6:09 pm

            berarti semester 6 atau 8

             
            • eChi

              4 Februari 2012 at 8:11 pm

              saLaH jG,,,,

               
  3. dedhy_djara

    5 Februari 2012 at 12:12 am

    berarti Semester 2 atau 4 dong…..

    Ni kali Pasti bakalan benarrr………………..

    hahahahaa………………

     
    • eChi

      5 Februari 2012 at 7:05 pm

      mAsiH sALah,,,,

       
  4. dedhy_djara

    6 Februari 2012 at 12:15 am

    yaahhhhhhhhhhhhh……………………

    Nyerah dehh………..

     
    • eChi

      6 Februari 2012 at 1:25 pm

      hehehee,,,,,
      sY t0 dH sLse,,, sY angKtN ThN 2004,,, JuRuSaN Pend. biologi jg,,,,
      skRg gJr di IKIP Mataram NTB n’ di saLh saTu seKoLah SWsta…

       
  5. dedhy_djara

    9 Februari 2012 at 10:43 pm

    woowwww……….
    Amazing……

    hahahahaa……

    Brarti kakak leting 1 tingkat ni…..

    hehehehe………………

     
    • eChi

      9 Februari 2012 at 11:22 pm

      heHehEe…..

      tP kaYaknYa tUaAn anDa deCh,,,he
      sY keLahiran thN 87,,,,,,,,,

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: