RSS

MODEL PEMBELAJARAN

02 Des

MODEL PEMBELAJARAN

             Model mengajar merupakan suatu perencanaan pengajaran yang menggambarkan proses – proses dalam mengajar untuk mencapai perubahan perilaku siswa seperti yang diharapkan.

1.Model Yang Berorientasi pada Interaksi Sosial.

Model ini menekankan pentingnya hubungan sosial dalam proses interaksi sosial diantara individu. Melalui pendidikan individu dapat mengembangkan diri dengan merefleksiksan cara-cara mengani berbagai informasi dalam konsep dan nilai-nilai.

  1. Model investigasi kelompok.

Siswa turut mengembangkan sistem sosial dan diharapkan secara bertahap belajar menerapkan metode ilmiah untuk kebaikan dan kesempurnan masyarakat

  1. Model inkuiri sosial

Mengembangkan kemampuan dalam diri siswa secara terarah dan sungguh-sungguh serta merfleksikan hakekat sosial kehidupan khususnya kahidupannya sendiri dan kehidupan masyarakat sebagai upaya memecahkan masalah sosial.

2. Model-Model Yang Berorientasi Pada Pemrosesan Informasi.

Model ini bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan metode atau cara memproses informasi dari lingkungan.

  1. Model mengajar induktif.

Model mengajar ini dapat memacu siswa untuk mengani informasi, bahkan mengembangkan kemampuannya dengan berpikir produktif dan kreatif.

  1. Model pemerolehan konsep

Model mengajar ini mengajarkan siswa untuk mengelompokan informasi yang diperoleh agar siswa memperoleh konsep-konsep penting dan mudah memahami atau mempelajari informasi tersebut.

  1. Model mengajar pengembangan.

Model mengajar ini menuntut siswa untuk mampu memecahkan masalah yang diberikan guru dengan tingkat kempuan berpikir dan pengalaman belajarnya untuk mempeercepat pertumbuhan kognitifnya.

  1. Model menyusun yang lebih maju.

Model mengajar ini membutuhkan keaktifan siswa dalam memahami isi pengetahuan atau ilmu yang diberikan guru agar siswa dapat menyusun atau menggabungkan dengan pengetahuan yang ada dalam dirinya sehingga menjadi satu kesatuan dan bermanfaat bagi siswa itu sendiri.

3. Model Yang Berorientasi Pada Pribadi.

Model ini membantu individu-individu menciptakan pemecahan baru terhadap masalah individu dan masalah masyarakatnya yang didasarkan pada asumsi bahwa seseorang adalah sumber pendidikan.

  1. Model mengajar bebas.

Model mengajar yang berorientasi pada siswa dengan meningkatkan efektifitas hubungan antarpersonal dan mengembangkan kemampuan individu secara penuh. Model mengajar ini juga didasari pada asumsi  bahwa setiap individu dapat mengatasi sendirinmasalahnya dengan cara yang konstruktif atau memba

  1. Model pertemuan kelas.

Model mengajar ini menuntut keaktifan guru dan siswa dalam memecahkan masalah dan guru mendorong siswa untuk menyampaikan solusi terhadap masalah dan mempertimbangkannya bersama-sama.

 MOTIVASI BELAJAR

            Motivasi merupakan suatu keinginan didalam diri seseorang yang macam

mendorongnya untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan.

Dalam belajar, motivasi sangat penting karnna tanpa motivasi seseorang tidak akan belajar. Prestasi belajar siswa akan optimal bila motivasinya tepat, motivasi akan menentukan kesungguhan para siswa dalam belajar. Jadi dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan kunci keberhasilan siswa dalam belajar karna motivasi yang menentukan dan menimbulkan arah belajar siswa tujuan yang ada dapat tercapai.

Ada tiga fungsi motivasi, yaitu:

  1. Mendorong timbulnya kelakuan atau perbuatan. Motivasi berperan sebagai penggerak atau motor yang melepas energi.
  2. Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai, seperti mengarahkan aktivitas belajar peserta didik.
  3. Menyeleksi kegiatan, yakni menentukan kegiatan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.

1.Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya.

  1. Motif-motif bawaan, merupakan motivasi yang ada dan dibawa sejak lahir tanpa harus dipelajari.
    1. Motif-motif yang dipelajari, merupakan motivasi yang timbul karna dipelajari.

Frandsen menambahkn jenis-jenis motiv berikut:

  1. Cognitive motives, merupakan motif yang berwujud proses dan produk mental. Produk ini sangat penting dalam kegiatan belajar terutama pengembangan intelektual.
  2. Self-expresion, dalam hal ini seseorang ingin mengaktualisasi atau mengekspresi diri.
  3. Self-enhancement, dengan pengembangan kompetensi dan aktualisasi diri manusia bisa lebih maju.

2.Motivasi jasmaniah dan rohaniah.

  1. Motivasi jasmaniah, meliputi refleks, insting dan nafsu.
  2. Motivasi rohaniah, meliputi kemauan.

 

 

3.Motivasi intrinsik dan ekstrinsik.

a. Motivasi intrinsik, merupakan motivasi yang timbul dari dalam diri sendiri berupa dorongan untuk melakukan sesuatu tanpa adanya dorongan dari luar

  1. Motivasi ekstrinsik, merupakan motivasi yang timbul karna adanya dorongan dari luar diri.

Bentuk-Bentuk Motivasi Di Sekolah

  1. Memberi angka

Dengan memberi angka yang tinggi pada siswa dapat menjadi motivasi untuk belajar lebih giat lagi.

  1. Hadiah

Dengan memberi hadiah juga bisa menimbulkan minat belajar tapi tidak harus selalu demikian.

  1. Saingan atau kompetisi

Persingan dalam kelas baik individual maupun kelompok dapat membangkitkan minat belajar agar tidak tertinggal dari teman lainnya.

  1. Ego- Involvement

Penyelesaian tugas yang baik dan prestasi yang baik merupakan simbol kebanggaan dan harga diri seseorang, sehingga tantangan menyelesaikan tugas juga merupakan salah satu bentuk motivasi.

  1. Memberi ulangan

Ulangan juga merupakan salah satu bentuk motivasi karna siswa akan berusaha untuk memperoleh nilai yang baik.

  1. Mengetahui hasil

Dengan mengetahui hasil belajar apalagi terjadi peningkatan akan menjadi motivasi bagi siswa untuk lebih giat belajar.

  1. Pujian

Pujian yang tepat akan memupuk semangat siswa untuk lebih kiat belajar.

  1. Hukuman

Hukuman yang tepat dan bijak juga dapat menjadi alat motivasi untuk memperbaiki diri.

  1. Hasrat untuk belajar

Keinginan dari dalam diri untuk belajar merupakan motivasi yang timbul dari dalam tanpa dorongan dari luar sehingga akan menghasilkan yang baik pula.

 

  1. Minat

Minat merupakan alat motivasi yang pokok, proses belajar akan lebih menyenangkan bila disertai minat.

  1. Tujuan yang diakui

Dengan memahami tujuan yang dicapai dan tujuan tersebut bermakna bagi siswa maka keingin untuk belajar akan timbul.

  1. Komunikasi yang terbuka

Penyajian materi yang terstruktur dan terbuka akan lebih mudah dipahami , sehingga timbul keingina siswa untuk belajar lebih baik.

  1. Prasyarat

Siswa yang telah memiliki pengetahuan prasyarat yang diperlukan akan lebih mudah memahami materi yang diberikan sedangkan siswa yang tidak memiliki pengetahuan prasyarat akan sulit memahaminya.

  1. Kondisi yang menyenangkan

Kondisi yang menyenangkan membuat siswa lebih senang dan semangat dalam belajar.

 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGRUHI PRESTASI BELAJAR

1)                  Kondisi fisiologis

–         Kondisi fisiologis umum: siswa yang sehat akan mmeningkatkan kemampuannya oleh karna itu lebih berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

–         Kondisi fisiologis khusus: berhubungan dengan bagaimana siswa memanfaatkan indranya dalam proses pembelajaran terutama penglihatan dan pendengaran. Siswa yang kondisinya lemah akan mengalami penurunan prestasi.

2)                  Kondisi Psikologis

Siswa harus mempersiapkan kondisi psikologisnya dengan baik dalam mengikuti proses pembelajaran, karna tanpa kesadaran yang baik dapay menghambat keberhasilan belajar yang ditentukan. Kondisi psikologis terdiri dari dua kategori yaitu: – variabel nonkognitif, meliputi minat, mmotivasi dan variabel kepribadian lainya,  – variabel kognitif, meliputi kemampuan khusus  ( bakat ) dan kemampuan umum ( intelegensia ).

3)                  Kemampuan Pembawaan

Setiap siswa mempunyai pembawaan dan potensi umum yang berbeda. Misalnya kecerdasan, kecerdasan akan mempengaruhi prestasi belajar. Sisa yang cerdas tapi tidak memelihara kecerdasannya dengan baik akan menghambat keberhasilannya, sebaliknya siswa yang kurang cerdas tapi mau belajar dengan baik akan berhasil.

4)                  Kemampuan Belajar ( Minat dan Motivasi )

Tanpa minat dan mottivasi tujuan yang telah ditetapkan tadak akan tercapai. Agar dapat memberi motivasi bagi siswa, keadaan psikisnya harus diketahui telebih dahuluseperti, kesenangan dan ketidaksenangannya, kebiasaanya, emosi, kecemasan serta ketakutannya.

5)                  Sikap Terhadap Guru Dan Pelajaran

Sikap siswa yang tidak suka pada pada guru mata pelajaran dan sikap siswa yang tidak berminat pada pelajaran akan mempengaruhi keberhasilan belajarnya. Jadi sikap siswa terhadap guru dan pelajaran akan mempengaruhi proses belajarnya.

 

6)                  Bimbingan

Bimbingan dalam belajar sangat penting untuk menghindari kesalahan dan kegagalan dalam belajar sehingga siswa dapat meraih keberhasilan.

7)                  Ulangan

Ulangan dalam proses belajar merupakan suatu hal yang sangat penting karna dengan ulangan akan mendorong siswa untuk rajinn belajar dan mengetahui kemampuan atau kemajuannya serta kelemahannya. Hasil ulangan juga perlu diketahui dan melkukan koreksi terhadap kesalahan-kesalahan yang ada agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi.

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGRUHI BELAJAR   

  1. Faktor-faktor Nonsosial dalam Belajar

Kondisi udara, suhu, cuaca, waktu, alat-alat yang dipakai untuk belajar merupakan faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa.

  1. Faktor –faktor Sosial dalam Belajar

Faktor sosial yang dimaksud adalah manusia, kehadiran oarang lain pada saat mengganggu konsentrasi belajar.

  1. Faktor-Faktor Fisiologis Dalam Belajar

a. Keadaan tonus jasmani

Keadaan tonus jasmani pada umumnya mempengaruhi aktivitas belajar. Jasmani yang sehat akan berdampak positif terhadap kegiatan belajar sedangkan jasmani yang lemah akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal.

b.Keadaan fungsi jasmani tertentu terutama fungsi-fungsi Pancaindra

Pancaindra yang sangat berperan dalam kegiatan belajar adalah mata dan telinga. Panca indra yang berfungsi dengan baik akan akan memperlancar kegiatan belajar sehingga informasi yang diterima dapat dipahami.

  1. Faktor-Faktor Psikologis Dalam Belajar

Keadaan psikologis seseorang dapat mempengaruhi proses belajar, beberapa faktor psikologis yang mempengaruhi proses belajar yaitu kecerdasan siswa, motifasi, minat, sikap dan bakat.

Moslow mengemukakan motif-motif untuk belajar:

–   Adanya kebutuhan fisik

–   adanya kebutuhan akan rasa aman, bebas darii kekhhawatiran

–   adanya kebutuhan akan kecintaan dan penerimaan dalam hubungan dengan orang lain

–   adanya kebutuhan untuk mendapat kehormatan dari masyarakat

–   sesuai dengan sifat untuk mengemukakan atau mengetengahkan dari

 DAFTAR PUSTAKA

1.Suryabrata,Sumadi. 2007. Psikologi pendidikan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

 

2.Ibrahim,R dan Syaodih  S,Nana. 2007. Perencanaan pengajaran. Rineka Cipta.  Jakarta

 

3. Hamalik,Oemar.             . Perencanaan pengajaran berdasarkan pendekatan sistem. Bumi aksara. Jakarta

 

4. Fathurrohman,Pupuh dan Sutikno, Sobry. 2000. Startegi      belajar mengajar.  Aditama.

 

5.Rusyan, Tabrani; Kusainar, Atang dan Arifin, Zainal. 1989. Pendekatan dalam proses belajar mengajar. Remaja Karya. Bandung.

 

6.A.M, Sardiman. 2007. Interaksi dan motivasi belajar mengajar. PT Raja Grafindo Persaja. Jakarta.

 

7. Wahab, Abdul Azis.        . Metode dan model-model mengajar (IPS). Alfabeta. Bandung.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Desember 2011 in Materi Kuliah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: