RSS

Model Pembelajaran Advance Organizer

01 Des

Dalam proses pembelajaran siswa berada dalam posisi proses mental yang aktif dan guru berfungsi mengkondisikan terjadinya pembelajaran. Pembelajaran didefinisikan sebagai pengorganisasian, penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya belajar pada siswa. Pembelajaran juga diartikan sebagai proses belajar mengajar. Dengan demikian ada dua komponen utama dalam pembelajaran yaitu guru dan siswa yang saling berinteraksi. Model pembelajaran diartikan sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pada pembelajaran tertentu di kelas. Model pembelajaran sesungguhnya disusun untuk mengarahkan belajar dimana guru membantu siswa untuk memperoleh informasi, ide, ketrampilan, nilai, cara berpikir, dan mengekspresikan dirinya Model-model pembelajaran yang dikemukakn oleh Joyce & weii dalam bukunya Models of Teaching ada 23 model pembelajaran yang digolongkan dalam empat rumpun yaitu :

  1. Behavioral Models, yang menekankan pada aspek perubahan perilaku didalam belajar. Dalam kelompok in terdapat moel-model pembeajaran Contingency, Management self control Though Operant Methoda training model, stress reduction dan Assertiveness training.
  2. Social Interaction, yang menekankan pada hubungan individu terhadap masyarakat atau orang lain. Model-model pembelajaran yang termasuk dalam kelompok ini adalah Group inventigation, role Playing , laoboratory training, social simulation dan social inquiry.
  3. Personal Source , yang penekanannya pada perkembangan individu yakni bagaimana individu membangun konsep dan mengorganisasikan realitas yang unik . Dalam kelompok ini terdapat model-model pembelajaran Nondirective Teaching, Synectics, Awarness Training dan classroom meeting model
  4. Informasi processing, yang penekanannya pada berpikir produktif menggunakan ketrampilan intelektual umum yang semuanya berasal dari akademik. Dalam kelompok terhadap model pembelajaran Concept Attainment, inductive thinking, inquiry training, memory model dan Advance Organizer Joyce et al (1971:2)

Dari keempat rumpun model pembelajaran ini hanya rumpun model pemrosesan informasi yang lebih efektif digunakan dalam pembelajaran TIK karena model pemrosesan informasi menekankan bagaimana seseorang berfikir Model pemrosesan informasi terdiri atas model mengajar yang menjelaskan bagaimana cara individu memberi respon yang datang dari lingkungannya dengan cara mengorganisasikan data, memformulasikan masalah, membentuk konsep dan memecahkan masalah yang menggunakan simbol-simbol. Dengan demikian model pemrosesan informasi sangat tepat dalam pembelajaran TIK karena dalam mempelajari TIK menuntut untuk berfikir agar dapat memahami konsep fakta dan hukum-hukum serta dapat menerapakn konsep itu menghasilkan karya teknologi sederhana yang berkaitan dengan kebutuhan manusia. Ausubel (dalam Dahar, 1996:117) dalam bukunya yang berjudul Educational Psychology A Cognitive View. mengungkapkan bahwa “the most important single factor influencing learning is what the learner already knowns. Ascertain this and teach him accordingty.” Kurang lebih pernyataan di atas berbunyi. Faktor yang paling penting yang mempengaruhi belajar ialah apa yang telah diketahui siswa. Yakinilah ini dan ajarlah ia demikian.. Dengan demikian konsep yang ada dalam struktur kognitif siswa sangat penting keberadaanya agar siswa dapat belajar dengan benar.

David Ausubel memperkenalkan konsep Advance Organizer dalam teorinya Advance Organizer mengarahkan para siswa pada informasi/materi yang akan mereka pelajari dan menolong mereka untuk mengingat kembali informasi yang berhubungan dapat digunakan dalam membantu menanamkan pengetahuan baru. Advance Oraganizer dapat dianggap semacam pertolongan mental dan disajikan sebelum materi baru. Sebagaimana dikemukakan oleh Dahar (196: 118) bahwa penelitian membuktikan bahwa Advance Organizer meningkatkan pemahaman siswa tentang berbagai macam materi pelajaran dan lebih berguna untuk mengajarkan isi pelajaran yang telah mempunyai struktur kognitif relevan yang ada dalam diri siswa.” Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Advance Organizer dapat meningkatkan konsep siswa untuk berbagai macam konsep pelajaran dan akan lebih berguna jika konsep yang diajarkan oleh guru adalah konsep yang telah ada dalam struktur kognitif yang sesuai dalam diri siswa. “Progressive differentiation means that the most general ideas of the discipline are presented first, followed by a gradual increase i detail and specificity, integrative reconciliation simply means that new ideas should be conciously related to previously learned content in the other word the sequences of curriculum is organized so that each succesive learning is carrefully related to what has been presented before . If the entire leraning material has been conceptualized and presented according so progressive differentiantion, then integrative reconciliation folllow naturally, thought not without some internt on teacher a part. Gradually, as a result of both principies the disciptime is built into mind of the learner” (joyce et al 1972:81) Mengacu pada pernyataan diatas. Ide Ausbel tentang materi subjek dan struktur kognitif memilki implementasi yang penting dan langsung untuk prosedur pembelajaran.

Dua prinsip diferensiasi progresif dan rekonsiliasi integratif disarankan untuk merancang konsep menjadi bagian yang utuh dari struktur kognitif siswa. Denga diferensiasi progressif gagasan yang paling utama dari konsep dipresentasikan dahulu, kemudian menjadi bagian-bagian yang lebih rinci dan khusus, sedangkan rekonsilasi integratif ide atau gagasan yang baru hendaknya dihubungkan secara sadar dengan struktur kognitif yang relevan yang ada pada siswa. Jika seluruh materi pembelajaran sudah dikonsep dan sudah disajikan menurut Diferensiasi progresif kemudian secara Rekonsiliasi integratif. Maka sebagai hasil dari kedua prinsip tersebut konsep akan terbangun secara utuh kedalam fikiran siswa. “Advance oranizer are the primary means of strengthening cognitive structure and enhancing retention of new information. Ausubel describes Advance Organizers as introductory material presented ahead of the learning task end or a higher level of abstarction and inclusiveness than the material in the learning task with previously learned material (and also help the learner discriminate the new material from previously learned material) . the most effective organizer are those that use concepts , terms and propositions that are already familiar to the learner, as well as appropriate illustration and analogies.”(joyceet al 1972 : 81-82) Mengacu pada pernyataan diatas . Advance Organizer mempunyai tujuan memperkuat struktur kognitif dan menambah daya ingat informasi baru. Ausubel menjelaskan Advance Organizer sebagai pengantar materi yang dipresentasikan terlebih dahulu dan berada pada tingkat observasi yang tertinggi , sehingga dapat menjelaskan, mengintegrasikan dan menghubungkan materi baru dengan materi yang telah dimiliki sebelumnya dalam struktur kognitif siswa.

Pengorganisasian yang paling efektif adalah dengan menggunakan konsep dan proposisi yang telah dikenal sebelumnya oleh siswa. Pengorganisasian memperlihatkan gambaran dari isi materi yang harus disampaikan berupa konsep, proposisi, generalisasi, prinsip dan hukum-hukum yang terdapat dalam kajian bidang studi. Dengan merujuk pada pernyataan (joyce et al,1972 81-82) maka proses pembelajaran dengan menggunakan model Advance Organizer yang dikembangkan akan berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman konsep TIK khusunya pada pokok bahasan penggunaan perangkat lunak pengolah angka. ” the are two types of Advance Organizers-expository and comparative” (joyce et al , 1972:82) Maksud dari pernyataan di atas Advance Organizer terdiri dari dua bentuk yaitu Expository Advantace Organizer dan Cooparative Advance Organizer. Expositori Organizer digunakan jika akan menjalaskan suatu gagasan umum yang memiliki beberapa bagian yang saling berhubungan sebagai contoh jika kita akan menjelaskan tentang pengolahan data pada perangkat lunak pengolah angka maka kita terlebih dahulu diberikan penjelasan tentang bentuk-bentuk data.

Expositori Advance Organizer akan sangat membantu memperluas pemahaman konsep bagi siswa. Sedangkan Comparative Advance Oranizer dirancang untuk mengintereasikan konsep baru dengan konsep lama yang telah dimiliki oleh siswa dalam struktur kognitifnya dengan tujuan mempertajam dan memperluas pemahaman konsep. Sebagai contoh pada pengolahan data konsep perkalian berhubungan dengan konsep pembagian. Jika kita ingin menjelaskan konsep pembagian , melalui pemahaman terhadap perbandingan antara konsep perkalian (konsep lama ) dengan konsep pembagian (konsep baru) maka siswa akan mengintergrasikan konsep baru tersebut. Disini tampat posisi Advance Organizer merupakan suatu strategi untuk menjembatani apa yang telah diketahui oleh siswa dan bagaimana mentransfer pengetahuan yang telah dimilikinya pada situasi yang baru .

Model pembelajaran Advance Organizer menurut Ausubel memiliki tiga fase yaitu presentasi Advance Organizer, Presentasi tugas atau materi pembelajaran dan penguatan struktur kognitif . Dan setiap fase terdiri dari beberapa aktifitas.

  1. Presentasi Advance Organizer
    1. Mempelajari tujuan pembelajaran Membangun perhatian siswa dan menuntut mereka pada tujuan pembelajaran di mana keduanya merupakan hal penting untuk membantu terciptanya belajar bermakna
    2. Menyajikan Organizer Konsep utama atau proposisi dari disiplin ilmu atau kajian bidang studi harus dikonstrusikan sedemikian rupa sehingga siswa dapat menangkap gagasan utama.
    3. Menghubungkan Organizer dengan pengetahuan awal siswa. Menumbuhkan kesadaran siswa tentang pengetahuan dan pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan penyajian organizer agar siswa membangun struktur kognnitifnya.
  2. Penyajian tugas atau materi pembelajaran.
    1. Membuat oraganisasi dari materi baru secara eksplisit. Siswa melakukan eksperimen yang berhubungan dengan materi baru agar siswa menemukan sendiri konsep baru kemudian dihubungkan dengan struktur kognitif siswa sehingga tejadi diskusi antara kelompoknya dan teman-teman sekelasnya.
    2. Membuat pesan logis dari materi yang dipelajari secara eksplisit siswa dapat menguraikan masalah pokok menjadi bagian-bagian yang lebih rinci dan khusus.
    3. Menyajikan materi dan melibatkan siswa dalam aktifitas belajar bermakna. Siswa mampu menghubungkan pengalaman/ide siswa dengan pengetahuan baru agar pembelajaran lebih bermakna.
  3. Penguatan susunan kognitif
    1. Menghubungkan informasi baru sebagai Advance Organizer Siswa menggambarkan materi baru dengan menghubungkannya melalui salah satu aspek pengetahuan yang telah dimilikinya sebelumnya.
    2. Belajar aktif Siswa menceritakan kembali pengetahuan yang telah didapatnya dengan menggunakan referensi Dampak pembelajaran melalui model Advance Organizer mengacu pada dua hal yakni dampak langsung dan dampak nurturant.

Dampak langsung adalah terbentuknya struktur konseptual dan terjadinya asimilasi bermakna dari informasi atau gagasan baru. Sedangkan dampak nurtrant berupa kebiasaan untuk berfikir tepat dan munculnya perhatian terhadap kebiasaan inquiri. Sumber : Agustina, Y.H. (2004). Penerapan Model Pembelajaran Pemandu Awal(Advance Organizers) Pada Pokok Bahasan Bangun Dasar Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa, SKRIPSI FPMIPA UPI Bandung: Tidak Diterbitkan Arikunto, S. (2003). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek . edisi Revisi V .Jakarta:Rineka Cipta. Aziz, T.A (2008). Pembelajaran Matematika Model Advance Organizer Untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognisi Siswa SMA, SKRIPSI FPMIPA UPI Bandung: Tidak Diterbitkan Dahar, R.W. (1996). Teori-Teori Belajar , Jakarta:Erlangga. Hamalik , O. (1980). Sistem Pengelolaan Kelas. Bandung : Pustaka Martiana. Hasanah, A.S (2004). Pengembangan Model Pembelajaran Advance Organizer Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika . SKRIPSI FPMIPA UPI Bandung: Tidak Diterbitkan Joyce, et al (1980). Models of Teaching Second Edition. New Jersey:Prentice-Hall.Inc,Englewood Cliffs Yuliani, Y (2005). Pembelajaran Dengan Model Advance Organizer Untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Siswa Sma. SKRIPSI FPMIPA UPI Bandung: Tidak Diterbitkan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2011 in Pendidikan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: