RSS

Arsip Kategori: Otomotif

Tips & Trik Suzuki Spin 125

Fungsi kabel gas adalah untuk mengontrol dan mengatur putaran mesin sesuai keinginan pengendaranya. Pada Suzuki Spin 125, kabel gas sangat penting mendapatkan perhatian khusus. Karena, pada tipe skutik khususnya Suzuki pin 125, mesin langsung dihubungkan ke roda belakang melalui V-Belt. Dengan demikian, apabila putaran gas dibuka, otomatis roda belakang bergerak dan motor akan melaju.

Untuk itu diperlukan kabel gas yang mudah dan lancar dioperasikan, agar pada waktu buka tutup gas dapat berfungsi dengan baik. Apabila gas tidak berfungsi dengan baik atau terjadi kemacetan maka akan berakibat fatal. Dimana pada jenis skutik, saat putaran rendah motor tidak akan bergerak dan pada putaran tinggi motor akan susah dikendalikan.

Berikut ini perawatan kabel gas yang dapat dilakukan pada Suzuki Spin 125 atau motor skutik lainnya:
1. Sebelum menghidupkan motor, periksa kabel gas, apakah masih berfungsi dengan cara grip gas beberapa kali.
2. Apabila terdapat karat pada bagian dalam kabel dan terjadi kemacetan sehingga tidak dapat ditarik lagi, gantilah dengan kabel yang baru.
3. Bersihkan dan oleskan Gemuk jika kabel gas terasa sedikit yang baru.
4. Kabel gas Spin memiliki rute yang panjang, sehingga memerlukan pengecekan yang lebih sering.

Anda juga dapat mengikuti prosedur seperti di bawah ini.
a. Poros Kemudi
Periksa kondisi kabel gas yang menuju grip gas. Pastikan kabel gas tidak terjepit, perbaiki dengan cara mengendurkan klem dan hindari dari kondisi tertekuk atau ada bagian yang terkelupas.
b. Rangka belakang
Periksa kondisi kabel gas yang menuju karburator. Pastikan kabel gas tidak terjepit; perbaiki dengan cara mengendurkan klem dan hindari dari kondisi tertekuk atau ada bagian yang terkelupas.
Bila rute kabel tidak sesuai, perbaiki rute seperti ilustrasi yang ditunjukkan.
c. Atur jarak main kabel gas 2,0 – 4,0 mm. Setel jarak main kabel gas dengan cara mengatur penyetel 2 dan mur pengunci 1.
Sumber : suzuki.co.id

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Desember 2011 in Otomotif

 

Tips & Trik Jupiter MX

Teknologi yang diusung Jupiter MX memang oke punya. Makanya, nggak boleh berpatokan seperti motor dulu. Juga jangan sok tahu. Perlu perhatian khusus biar bebek canggih itu nggak bikin repot karena ketidaktahuan ente sendiri. ?Kuncinya harus lebih waspada,?

Terutama untuk komponen berikut.

CDI DI DEPAN

Biasanya CDI ada di bawah jok. Di Jupiter MX ada di balik tebeng depan. Makanya, hindari benturan keras atau siraman air biar tidak gampang korslet. Juga perlu pengaman tambahan untuk hindari tangan jahil.

 

TABUNG RESERVOIR CADANGAN

Punya fungsi jadi wadah sekalius tempat mengisi air radiator cadangan. Tapi karena lokasinya ada di balik pelindung mesin, jauhkan dari benturan keras dan pastikan baut selalu kuat dikunci.

 

BUTUH PELINDUNG RADIATOR

Proses pendinginan memang berpusat dari kisi-kisi radiator. Tapi posisi pemasangan riskan kena benturan krikil. ?Usahakan di depan kisi-kisi diberi pelindung tambahan kawat kasa.

FILTER UDARA RAWAN AIR

Jangan coba buka cover tengah saat motor lagi dicuci. Air berisiko masuk ke boks filter lewat moncong yang mengarah ke atas. Tapi selama tidak diisap karbu, bisa kok dilepas lewat slang pembuangan.

 

INDIKATOR MINYAK REM

Jangan binung saat pengin memantau minyak rem. Kalau dulu bisa dilirik saat naik motor, di Jupiter MX mesti intip indikator dari samping.

 

JANGAN MAIN GRIP GAS

Kalau motor lagi off jangan coba putar grip gas. Sebab karbu Jupiter MX sudah didukung pompa akselerasi. Sangat mudah meluncurkan bensin ke ruang bakar hingga banjir. Motor pun jadi susah hidup…

 

Sumber : http://www.yamaha-motor.co.id/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Desember 2011 in Otomotif

 

Kecepatan Honda Blade

Testing Honda Blade

Honda Blade keluaran honda terbaru merupakan senjata AHM dalam persaingan melawan para pesaingnya diujung tahun ini.

Hasil Testing menunjukan hasil sebagai berikut :

Gigi 1 : kecepatan maksimum s/d 35 kmj
Gigi 2 : kecepatan maksimum s/d 65 kmj
Gigi 3 : kecepatan maksimum s/d 95 kmj
Gigi 4 : kecepatan maksimum s/d 110 kmj

Sumber : motorplus

Kecepatan maksimum Honda Blade hanya mencapai 110 kmj, ini disebabkan karena limitter CDI yan ada pada Honda Blade.

Tapi sudah lumayanlah, karena Honda Blade ini tampil dengan mesin berkekuatan 110 cc

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Desember 2011 in Otomotif

 

Istilah Dasar Spek Sepeda Motor

Kapasitas Mesin

Kapasitas mesin ditunjukkan oleh volume yang terbentuk pada saat piston bergerak keatas dari TMB ke TMA, disebut juga sebagai volume langkah. Volume langkah dihitung dalam satuan cc (cm3). Rumus untuk menghitungnya adalah:

Volume langkah = luas lingkaran silinder x panjang langkah
= phi r2 x S
= phi (1/2 D)2 x S
= phi/4 .D2.S cc

Volume Ruang Bakar
Volume ruang bakar adalah volume dari ruangan yang terbentuk
antara kepala silinder dan kepala piston yang mencapai TMA.
Dilambangkan dengan Vc (Volume compressi)

Volume Silinder
Volume silinder adalah jumlah total dari pertambahan antara
volume langkah dengan volume ruang bakar.
Rumusnya: Vs = Vl + Vc

Keterangan:
Vs= Volume silinder (cc)
Vl = Volume langkah (cc)
Vc= Volume ruang bakar (cc)

Perbandingan Kompresi
Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume silinder
dengan volume kompresinya. Perbandingan kompresi berkaitan dengan
volume langkah.

Bila dinyatakan dalam suatu rumus maka:

E= (Vs + Vc)/Vc

E = perbandingan kompresi
Vs = volume silinder
Vc = Volume ruang bakar

dimana: Besarnya perbandingan kompresi untuk sepeda motor jenis touring berkisar antara 8 : 1 dan 9 : 1. ini artinya selama langkah kompresi muatan yang ada di atas piston dimampatkan 8 kali lipat dari volume terakhirnya. Makin tinggi perbandingan kompresi, maka makin tinggi tekanan dan temperatur akhir kompresi.

Torsi
Gaya tekan putar pada bagian yang berputar disebut Torsi, sepeda motor digerakan oleh torsi dari crankshaft Makin banyak jumlah gigi pada roda gigi, makin besar torsi yang terjadi. Sehingga kecepatan direduksi menjadi separuhnya.

Torsi = gaya x Jarak

Besarnya Torsi maksimum setiap sepeda motor berbeda-beda. Ketika sepeda motor bekerja dengan torsi maximum, gaya gerak roda belakang juga maximum. Semakin besar torsinya, semakin besar tenaga sepeda motor tersebut. Besarnya torsi biasanya dicantumkan dalam data spesifikasi teknik, buku pedoman servis atau dalam brosur pemasaran suatu produk motor.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Desember 2011 in Otomotif

 

Korek Harian 4-Tak : Setting Karburator

Meski bisa pertahankan karbu standar bawaan pabrik, kohar alias korek harian 4-tak tetap perlu ubah setingan. “Kompresi sudah naik dan kem dikorek, karbu sebagai pemasok gas bakar harus disesuaikan.

Ttips simpel nyeting main-jet dan pilot-jet. “Tidak pake patokan. Soalnya karakter masing-masing kohar beda. Kuncinya, rasakan saja dampak di mesin,”

Lakukan penyetelan gas dan angin secara maksimal. “Jika teriakan mesin pada setelan gas tertinggi kurang njerit, berarti main-jet memang kurang. Coba naikan 5 angka dulu, Setelah itu, coba tarik gas. Jika pada gas tinggi tampak kayak ada kosong, alias ada jeda pada pasokan bensin. “Itu main-jet masih kurang. Bisa naikan satu step lagi, atau jadi 7 atau 7,5 angka. Biasanya, untuk kohar kenaikan itu sudah cukup tinggi,” ingatnya.

Sebaliknya, jika saat digas malah terasa mbrebet di putaran atas. Itu artinya, kenaikan main-jet yang dilakukan terlalu besar dan harus diturunin. Selain mbrebet, setelan main kegedean juga berdampak bensin boros. “Bensin terbuang dan nggak terbakar maksimal. Bisa dilihat di busi. Kalau cepat sekali hitam, berarti setelan kegedean.”

Sementara untuk setelan pilot-jet, gejalanya juga dideteksi dengan beberapa hal. Gejala pertama, jika motor susah hidup setelah dilakukan korekan. “Atau setelah hidup, tapi pada putaran bawah tampak seperti ada kosongnya. Kayak bensin enggak jalan. Itu artinya pilot-jet perlu dinaikan, Cara menaikan juga bertahap. “Sama kayak menaikan main-jet, coba dinaikan 5 angka dulu,”  setelan pilot-jet maupun main–jet untuk kohar, pas pada penambahan antara 5 sampai 7,5 angka. Tentu saja, tergantung karakter korekan dan jenis karburator. “Tapi dari pengalaman, setingan pilot dan main-jet kohar enggak pernah sampai 10. Jenis karburator apapun, deh.”
dikutip dari www.motorplus-online.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 19 Desember 2011 in Otomotif

 

Spul RX KING

RX KING merupakan motor legendaris dari YAMAHA yang banyak disukai orang dari berbagai kalangan. Banyak cara yang ditempuh guna meningkatkan performa RX KING. Diantaranya dengan meningkatkan kemampuan pengapian standar dengan cara menggulung ulang spul CDI atau disebut juga spul pengapianya.

Berikut ini langkah dan caranya:

1. Karen spul standar RX KING yang hanya 4 lapisan diganti dengan karen spul 6 lapis. Karen 6 lapis ini didapat dengan cara membeli spul aftermarket merk CREVON. Atau bisa juga dengan cara menambah 2 lapis pada karen spul standarnya.

2. Siapkan Kawat Email diameter 0.15 mm dengan panjang 119 meter.

3. Lilitkan kawat email pada karen spul dan jangan lupa buatkan terminal (-) groundnya. Untuk lapisan lilitan yang pertama buatlah sehalus dan serata mungkin. Jangan terjadi tumpang tindih pada lapisan pertama.

4. Untuk lapisan berikutnya lilitkan kawat email sampai habis. Kemudian beri serlak lalu bungkus dengan pita kemudian beri serlak lagi. Jangan lupa buatkan terminal (+) positif nya yang nantinya akan dihubungkan dengan CDI (kabel dengan kode warna HITAM strip MERAH)

5. Ukur tahanan spul dengan menggunakan AVO meter Digital. Hambatannya harus menunjukan pada angka +/- 139 ohm.

NB: Hambatan spul standart RX KING orisinal adalah 204 ohm.
Tapi uraian diatas sudah saya praktekan dan hasilnya memuaskan untuk mendongkrak tenaga standart RX KING.

SELAMAT MENCOBA……………

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 September 2011 in Otomotif

 

MEMASANG RELAY MOTOR

Tren penggantian lampu depan menggunakan HID dan halogen yang lebih terang dari lampu standar memang sedang marak. Tapi, harganya yang mahal hanya bisa dijangkau oleh sebagian kalangan saja. Lalau, bagaimana caranya menambah terang lampu dengan biaya yang lebih murah? Gunakan saja relay. Relay yang dipasang pada rangkaian kelistrikan lampu motor akan membuat lampu menjadi lebih terang, karena relay menyingkat arus listrik dari accu/aki dan mengurangi kekurangan arus yang tersedot ke rangkaian kelistrikan kabel body motor.
Bagaimana aplikasinya?
Dibawah ini adalah contoh skema rangkaian relay untuk lampu:

 

 

 

 

 

 

 

(Catatan :
posisi kabel lampu jauh dan dekat pada soket dan warna kabel berbeda-beda tergantung jenis motor. Kaki pada relay yang ditandai angka 30, 85,86, 87 posisinya bisa berbeda-beda tergantung merk relay. Gambar diatas hanya contoh saja)
Skema tersebut bisa digunakan untuk motor dengan kelistrikan DC, yang cirinya adalah lampu bisa dinyalakan tanpa menyalakan mesin terlebih dahulu, contohnya Suzuki Thunder dan Honda Tiger.  Lampu jauh dan dekat menggunakan relay yang terpisah, jadi jika ingin menggunakan salah satu lampu saja (misalnya lampu jauh saja untuk mencegah aki tekor) tinggal merangkai relay untuk lampu jauh saja. Relay yang digunakan adalah relay dengan 4 kaki.

Bagaimana dengan motor yang menggunakan kelistrikan AC seperti motor bebek dan matic? prinsipnya berbeda dengan kelistrikan DC. Jika di kelistrikan DC mengambil sumber listrik langsung dari aki, untuk kelistrikan AC mengambil dari jalur kelistrikan untuk lampu standar. Skema kelistrikannya seperti dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

(Catatan :
posisi kabel lampu jauh dan dekat pada soket dan warna kabel berbeda-beda tergantung jenis motor. Kaki pada relay yang ditandai angka 30, 85,86, 87 posisinya bisa berbeda-beda tergantung merk relay. Gambar diatas hanya contoh saja)
Cara kerjanya adalah saat kita mengoperasikan lampu jauh maka filamen lampu jauh dan dekat menyala bersamaan, sehingga lampu menjadi lebih terang karena seperti menggunakan 2 lampu. Untuk menyalakan relay menggunakan sakelar terpisah. Relay yang digunakan adalah relay 5 kaki.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Otomotif

 

WARNA KABEL KELISTRIKAN MOTOR

1. HONDA
Hijau : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) aki
Hitam : (+) kunci kontak
Putih : (+) alternator pengisian
(+) lampu dekat
Kuning : (+) arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) lampu jauh
Abu-abu : (+) flasher
Biru Laut : (+) sein/reting kanan
Oranye : (+) sein/reting kiri
Coklat : (+) lampu kota
Hitam-Merah : (+) spul CDI
Hitam-Putih : (+) kunci kontsk
Hitam-Kuning: (+) koil
Biru-Kuning : (+) pulser CDI
Hijau-Kuning: (+) lampu rem

2. YAMAHA
Hitam : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Hijau : (+) arus beban penerangan
Merah : (+) arus positif dari aki
Kuning : (+) lampu jauh
Coklat : (+) sein/reting kiri
Hijau : (+) arus beban (penerangan, dll)
Putih-Merah : (+) pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) rem

3. SUZUKI
Hitam-Putih : (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) pengisian dari magnet
Putih-Biru : (+) koil ke CDI
Putih-Hitam : (+) lampu rem
Kuning-Putih: (+) penerangan/lampu
Biru-Kuning : (+) pulser ke CDI
Merah : (+) aki
Oranye : (+) kunci kontak
Abu-abu : (+) lampu belakang
Hijau Muda : (+) Sein/reting kanan
Hitam : (+) sein/reting kiri

4. KAWASAKI
Hitam-Kuning: (-) masa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) aki
Merah-Hitam : (+) lampu jauh
Merah-Kuning: (+) lampu dekat
Abu-abu : (+) Sein/reting kanan
Hijau : (+) sein/reting kiri
Biru : (+) lampu rem
Merah : (+) lampu belakang
Coklat : (+) klakson

CDI motor memiliki beberap macam type, mulai tanpa pulser, CDI AC dan DC. Semua memiliki fungsi sama yakni membangkitkan tegangan tinggi koil sebagai sistem pengapian motor. Untuk lebih memahami sistem pengapian CDI AC dan DC silahkan simak lebih lanjut.

Sistem  CDI AC merupakan CDI motor yang telah lama berkembang, yakni memanfaatkan spul/kumparan pada magnet untuk membangkitkan tegangan menengah untuk suplay capasitor CDI ke koil yang akan di switch oleh SCR sesuai input dari pulser. Untuk lebih jelas bisa di lihat pada gambar  berikut (1 tahun lalu qita buat post di site sjboygroup).
Untuk CDI DC sebenarnya basic tetap sama dengan CDI AC, namun untuk tegangan menengah AC di suplay oleh inverter/ konverter (Kotak warna biru pada gambar) sebagai pembangkit tegangan AC melalui oscillator dan transistor switching  melalui trafo inti ferit(Trafo frekuensi tinggi). Jadi tidak membutuhkan spul pada magnet lagi, yang juga menambah beban mesin walau hanya beberapa persen saja. Untuk lebih jelas Bisa dilihat seperti pada gambar berikut, bandingkan dengan gambar CDI AC.

Pengatur timing pengapian tidak hanya menggunakan CDI (Capasitor Discharge Injection), kini sudah ada TIS ( Transistor Ignition System). Secara fungsi sama-sama mengatur timing pengapian tapi prinsip kerja dan komponen elektronik pendunkung berbeda. Sistem CDI menggunakan kapasitor sebagai penampung tegangan yang di umpan menuju koil. Sedang TIS memanfaatkan transistor untuk mengumpan tegangan listrik ke koil. Namun koil yang digunakan berbeda. Antara koil CDI dan TIS tidak bisa saling tukar.

 CDI sudah banyak diterapkan pada motor dari era 80-an, sedangkan TIS muncul di motor kecil Indonesia sejak Suzuki Thunder 125 muncul. Disusul supraX 125 PGMI-F1, Yamaha V-ixion, Suzuki Shogun 125 F1 dan kawasaki Ninja 250.
Jadi TIS sudah pasti digunakan untuk motor injeksi. Soalnya sistem CDI tidak bisa dicangkok pada ECU injeksi karena memberikan imbas listrik besar. Jadi, ECU untuk mengatur injeksi dan TIS untuk mengatur pengapian.
Sistem TIS yang dikembangkan di motor kecil paling sederhana dan boleh dikatakan sebagai generasi pertama. Generasi lebih canggih hanya digunakan untuk moge dan mobil.
Dengan begitu, bisa dikatakan TIS sistem pengapian masa depan. Karena di masa mendatang motor akan menggunakan injeksi dan pasti menggunakan TIS. Lebih jelas perbedaan antara CDI dan TIS mari bedah lebih dalam.
*Capasitor Discharge Ignition (CDI)
Sudah pasti di dalamnya ada kapasitor sebagai penampung tegangan sebesar 300 volt dari hasil pembesaran tegangan 12 volt oleh travo inverter. Ini yang membuat imbas listrik besar karena di dalam kotak CDI terdapat tegangan lumayan besar. Makanya tidak bisa disatukan dengan ECU injeksi.
Faktor itu juga jika CDI tanpa bungkus bila dipegang akan menyetrum, juga lumayan rumit dalam pembuatan dan aplikasi.
*Transistor Ignition System (TIS)
TIS menggunakan transistor secara langsung untuk menaikan tegangan dari 12 volt menjadi 35 kilo volt pada output koil. Berarti tidak menggunakan travo inverter. Sehingga tidak memberikan imbas listrik besar. Aman dipadukan dengan sisten ECU.

Tanpa inverter yang menaikkan tegangan, tidak akan menyetrum meski bodi TIS tidak tertutup. Lebih menguntungkan lagi sederhana dalam pembuatannya.
*Cara kerja CDI:
  1. Tegangan aki 12 volt yang masuk ke dalam regulator di dalam CDI untuk distabilkan dan diumpan ke travo step up.
  2. Tegangan yang masukl ke travo dinaikkan menjadi 300 volt dengan sistem switching yang dilakukan oleh model PWM control (pulse Wide Modulation) dan dikendalikan mikro komputer.
  3. Tegangan keluaran travo disearahkan oleh diode dan keluaran menjadi sumber tegangan DC. Kemudian digunakan untuk mengisi kapasitor dan siap untuk dipicu koil.
  4. Mikro komputer memberikan perintah SCR untuk pembuangan muatan kapasitor (capacitance discharge) dengan tegangan 300V.
  5. muatan kapasitor dibuang melewati ignition koil dan diperbesar oleh koil menjadi 35.000 volt.
  6. Saat mikro komputer menentukan waktu pembuangan kapasitor itulah yang disebut timing pengapian.
*Prinsip Kerja TIS:
  1. Tegangan aki 12 volt langsung diumpan masuk ke dalam koil.
  2. Koil berfungsi sebagai step-up atau menaikkan tegangan 12 volt menjadi 35 kilo volt. Kenaikkan tegangan akan terjadi bila transistor dipicu dengan transistor yang dikendalikan oleh microcomputer.
  3. Microchip berfungsi untuk mengatur timing pengapian dan besaran arus yang akan dikeluarkan koil……
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Otomotif

 

CIRI -CIRI DUA TANDA PISTON BERMASALAH

Seorang teman saya yang mengaku heran dengan motor yang ia tunggangi saban hari. Pasalnya, tenaga motor itu akhir-akhir ini loyo tak seperti biasanya.
Padahal, ia rajin ganti oli setiap tiga bulan sekali. Bahkan, bahan bakar pun ia pilih yang memiliki angka RON 95. “Tetapi tenaga tiba-tiba turun drastis,”
Menurut  mekanik,apa yang terjadi di motor itu merupakan salah satu pertanda piston di mesin motor itu bermasalah. “Memang, tak jarang, gejala masalah itu tidak terasa.
Namun, bila piston bermasalah dan motor tetap dipacu, akan sangat berbahaya. Kemungkinan silinder terluka dan dalam kasus yang ekstrim kepala piston jebol sangat besar.
Bahkan, motor tiba-tiba berhenti dan terpelanting kala pengendara memacunya dalam kecepatan tinggi. Akibatnya pun fatal. “Karena itu, mewaspadai gejala permasalahan di piston sangat penting.
Lantas seperti apa gejala-gejala tersebut? Bagaimana cara mengatasinya? Berikut ini tips dari Asnawi.
1. Asap putih tebal yang mengepul dari knalpot
Satu gejala piston yang bermasalah dan bisa diamati secara kasat mata adalah munculnya asap putih tebal dari knalpot. Hal itu bisa terjadi karena piston yang telah goyang atau oblak sehingga saat mendorong kepala piston untuk menyemburkan bahan bakar ke ruang bakar mesin ada celah bagi oli untuk mengalir ke ruang bakar.
Oli yang melumasi piston untuk bergerak maju mundur itu sejatinya telah dibatasi oleh ring oli piston. Namun, karena ring piston telah aus dan setang piston yang bermasalah menyebabkan oli merembes ke ruang bakar mesin.
Pelumas itu bercampur dengan bahan bakar dan ikut terbakar saat proses pembakaran di mesin berlangsung. Walhasil, kepulan asap pun menyembur bersamaan dengan gas sisa pembakaran dari knalpot.
Piston yang rusak selain dikarenakan faktor usia juga dikarenakan oleh perlakuan terhadap motor yang rusak. Mengangkut beban terlalu berat melebihi kapasitas standar, melibas jalan yang ekstrim secara terus-menerus dalam waktu lama hingga kesalahan pemasangan, merupakan beberapa penyebabnya.
“Cara mengatasinya, tentu saja harus menggantinya,.
2. Tenaga motor menurun drastis
Gejala lain kerusakan piston adalah tenaga motor yang tiba-tiba menjadi loyo. Hal itu bisa terjadi karena piston — mulai dari setang, ring, dan kepala piston — tidak berfungsi maksimal dalam mendorong bahan bakar ke ruang bakar. Tekanan yang semestinya kuat, tidak terjadi.
Walhasil, kompresmi mesin juga menurun drastis. Akibatnya, proses pembakaran antara bahan bakar dan oksigen atau udara di ruang bakar tidak sempurna. “Sehingga tenaga yang dihasilkan juga kecil.
Penyebab piston yang tidak mampu memberikan tekanan kuat itu seperti disebut di atas. Pemasangan yang tidak tepat, faktor usia pemakaian, hingga motor yang terlampau sering mengangkut beban berat melebihi kapasitas standar.
Cara mengatasinya pun sama, harus mengganti komponen tersebut. Namun, sebelum menggantinya pastikan dulu dengan melakukan tes kompresi di bengkel yang memiliki peralatan tersebut.
Semoga bermanfaat…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Otomotif

 

MENAMBAH DAYA TANPA BORE UP

Bore up adalah teknik menambah kapasitas kendaraan dengan memperbesar diameter piston (seher) yang digunakan. Secara otomatis, boring pada silinder blok pun akan diperbesar supaya bisa muat.
Secara teknis, boring standar yang digunakan pada setiap kendaraan roda dua memiliki limit (batas) kemampuan untuk di korter. Rata- rata mencapai oversize 100, sekitar 1 mm dari ukuran semula. Jika diperbesar lebih dari itu, maka pabrikan kendaraan roda dua tersebut tidak menjamin keamanan pada komponen tersebut. Semakin besar piston yang digunakan maka boring semakin tipis, dan dikhawatirkan akan pecah karena tidak dapat menahan tekanan yang dihasilkan.
Bagaimana jika kita ingin menambah daya tanpa bore up ?
Selain cara tersebut, kita dapat meningkatkan daya motor dengan cara stroke up (over stroke), yaitu memperpanjang langkah piston di dalam silinder blok.
Dengan kedua cara tadi, kapasitas mesin kendaraan pasti akan bertambah. Dan penambahan daya didapat dari penambahan kapasitas mesin kendaraan tersebut.
Selain kedua cara di atas, meningkatkan daya motor dapat dilakukan dengan cara memperhalus atau memperlancar pasokan bahan bakar ke dalam ruang bakar, yaitu dengan mengurangi efek kulit jeruk pada saluran hisap silinder kop (4-tak) atau memperbesar hisapan pada motor 2-tak. Dengan demikian efisiensi volumetrik akan meningkat, daya motor yang dihasilkan akan meningkat akibat dari pembakaran yang lebih baik dari sebelumnya.
Cara yang satu ini tidak akan meningkatkan kapasitas mesin kendaraan anda. Akan tetapi, cara tersebut dapat menjadikan kendaraan anda menjadi tidak bertenaga. Kenapa demikian?
Hal ini terjadi jika terjadi salah perhitungan yang mengakibatkan saluran hisap menjadi terlalu besar. Jika saluran hisap terlalu besar, maka jumlah pasokan bahan bakar ke dalam mesin tidak sesuai dengan kebutuhan, berakibat tidak sempurnanya pembakaran yang terjadi. Itulah yang menyebabkan kendaraan anda tidak bertenaga.
Jika anda memperlancar pasokan bahan bakar, pastikan anda juga memperlancar saluran gas buang. Pengeluaran gas buang pada mesin kendaraan yang terjadi tidak mencapai seratus persen, atau seluruhnya. Dengan memperlancar saluran ini, diharapkan gas buang yang dikeluarkan akan semakin banyak dari sebelumnya. Semakin banyak gas yang dibuang bukan berarti semakin pekat asapnya, melainkan jumlah gas yang dibuang dari dalam ruang bakar bertambah, bukan menambah kepekatan gas yang dihasilkan. Hal ini harus dilakukan agar pasokan dan pengeluaran menjadi seimbang.
Atau jika anda ingin lebih baik lagi meningkatkan daya motor kendaraan roda dua anda, maka anda harus menyerahkan kepada yang lebih ahli lagi untuk dihitung ulang rancangan mesin motor anda. Dengan cara ini otomatis anda akan mengeluarkan biaya yang pastinya lebih mahal lagi, namun hasilnya pasti akan memuaskan anda.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Otomotif

 

Penyebab Gigi Persneling Motor Susah Pindah/keras

Kesal rasanya, lagi asyik merayap di tengah kemacetan dengan sepedamotor, lantas ingin melakukan akselerasi. Perpindahan setiap gigi persneling keras. Malah timbulk suara keras dibarengi entakan.

Kondisi seperti ini jelas sangat membahayakan. Terutama kala saat menyalip mobil kemudian ada kendaraan dari depan. Lantaran perpindahan persneling terlambat, yang tadinya diperhitungkan bisa menyusul, akhirnya malah kesenggol mobil dari depan.

Seret alias susahnya pindah gigi persneling diprediksi ada komponen yang perlu diganti. .

1.Mur-baut penyetel speling (jarak renggang) tuas persneling.
Bila disetel terlalu sempit, perpindahan gigi memang empuk, namun akselerasi agak lamban. Sebaliknya, terlalu renggang bikin pindah gigi sulit. Pasalnya, ketika kerenggangan kampas belum maksimal, tapi tangkai pemindah gigi sudah menggeser posisi gigi. Akibatnya timbul entakan.jarak kerenggangan sekitar 3 mm.

2. Cek arm pendorong kopling
Jika bola penekan arm otomatis dan alurnya sudah mulai rusak, biasanya persneling susah dipindahkan meski mur-baut speling sudah disetel.

3. Pelat kopling

Jika dengan arm pendorong tidak ada masalah, cek pelat kopling. Bila komponen ini sudah melengkung, posisi kerenggangan kampas koplingt jadi nggak maksimal. Alhasil, girboks yang masih berputar akan mempersulit tangkai pemindah menggeser drum pemindah gigi.

Untuk mengetahui kalau pelat sudah melengkung, bisa lihat tekanan balik kampas dengan pelat yang di rumah kopling. Cara lain, kampas bisa diletakkan di atas kaca. Bila sudah melengkung sebaiknya diganti
Semoga bermanfaat  Amiin.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Otomotif

 

DETEKSI DINI KERUSAKAN MOTOR

Di sini sedikit saya sebutkan ciri-ciri kerusakan sepeda motor yang biasa kita pakai sehari-hari, Agar kelak kita bisa mendeteksi secara cepat kerusakan apa yang kira-kira terjadi pada kendaraan yang biasa kita pakai, beberapa pengalaman pahit sewaktu saya tidak mengetahui dan mengenal apa yang terjadi pada sepeda motor saya, acapkali saya selalu mengandalkan bengkel sepeda motor terdekat ataupun bengkel-bengkel yang bertebaran dijalan, kerap kali itu pula selalu saya tidak mendapatkan kepuasan, malahan biaya yang semula saya pikir terjangkau, setelah saya bawa ke bengkel semua itu meleset bahkan membengkak hingga 2-3 kali lipat. Itu sebab karena ada saja spare part yang tidak seharusnya diganti malah diganti oleh montir dibengkel tersebut. Berbekal dari pengalaman ini ada baiknya sebelum teman-teman membawa motor anda kebengkel, kenali dulu kerusakan motor anda secara mandiri, agar nanti di bengkel, anda sudah tahu spare part mana yang harus diganti dan mana yang yang tidak perlu. Dibawah ini gambaran umum ciri–ciri kerusakan yang biasa ditimbulkan oleh sepeda motor:
Selamat mengenali………! Berhati-hatilah kepada bengkel anda, carilah bengkel yang betul-betul sudah anda kenal dan percaya.
1. Akibat Kompresi Mesin Lemah
  • Mesin sukar hidup / tidak dapat hidup sama sekali
  • Mesin dapat hidup tapi tidak ada tenaganya
  • Pemakaian bahan baker menjadi boros
  • Timbul suara menggelitik pada bagian blok silinder (detonasi)

2. Mesin mendadak mati ketika dikendarai dijalan

  • Businya mati atau businya kotor
  • Platina tidak bekerja dengan sempurna atau sama sekali tidak bekerja akibat dari baut platina longgar
  • Kabel pengapian lepas/longgar
  • Bensin tidak turun pada karburator
  • Jet utama dan jet langsam pada karburator tersumbat
  • Torak macet didalam lubang silinder akibat overheating

3. Pemakaian bahan bakar boros

  • Tersumbatnya saringan udara dibagian belakang karburator
  • Banyaknya karbon pada ruang bakar. Karbon ini terbentuk akibat terbakarnya oli pelumasyang mengeras berupa arang yang menempel pada puncak torak dari ruang bakar
  • Sistem pemakaian yang kurang tepat
  • Kompresinya rendah
  • Kerusakan yang terjadi yaitu torak. Cincin torak dan lubang silinder

4. Akselerasi mesin kurang sempurna

  • Saluran-saluran atau lobang-lubang didalam karburatornya kotor
  • Businya tidak menyala secara konstan yang disebabkan kotor. (kerenggangan busi terlalu rapat)
  • Gas sisa pembakaran tidak dapat keluar secara lancar dari knalpot
  • Saringan udara yang tersumbat akan mempengaruhi komposisi bensin dan udara sehingga campuran terlalu kaya (Lebih banyak bensin dari pada udara
  • Waktu pegapian yang kurang tepat, terlau cepat menyala atau terlalu lambat menyala

5. Mesin tenaganya hilang

  • Bos katup terlalu sempit lubangnya, sehingga katup menjadi tidak lancar untuk bekerja
  • Pegas katupnya lemah atau patah, perbaikannya harus ganti yang baru
  • Waktu pembukaan dan penutupan katup tidak tepat. Hal ini berarti poros hubungan (noken as) harus di stel kembali pada posisi top
  • Terjadi kebocoran kompresi akibat rusaknya paking kepala silinder
  • Torak, cicncin torak, dan lubang silindernya usang
  • Tempat kedudukan businya rusak, hal ini berarti harus dibuat alur dudukan busi yang baru

6. Keluar asap putih dari knalpot

  • Torak, cincin torak dan lubang silinder aus/rusak
  • Terlalu banyak mengisi oli pelumas
  • Tekanan pompa oli terlalu tinggi
  • Penggunaan mutu oli yang kurang baik

7. Mesin hidupnya tersendat-sendat setelah dipanaskan

  • Busi yang kadang kala mengeluarkan api kadangkala tidak
  • Koil pengapiannya rusak
  • Penyetelan plampung kurang tepat………
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Otomotif

 

Tentang Knalpot Motor 2 Tak

Berbeda dengan mesin 4 tak, mesin 2 tak tidak menggunakan katup untuk memasukkkan campuran bahan bakar-udara dan mengeluarkan gas buang , namun menggunakan piston, bentuk ruang bakar  itu sendiri dan kanlpotnya. Seperti gambar di atas tadi. bisa di liat dari ilustrasi gambar di atas. ada gas balik yg mendorong kembali gas segar yg keluar melewati ruang bakar.

nah gas balik ini berhubungan dengan knalpot, dari segi ukuran sudut setiap lekukan di knalpot. jadi ada yg bilang knalpot penyok bisa mengurangi performa, kenapa..?? karena ukuran dari perut itu sendiri udah berubah, baik volume dan sudut yg terbentuk oleh lekukan [penyok]. tersebut.
nah ketika kita melakukan perhitungan knalpot ada dua, ini rahasia dari tmn yg sering itungan sama knalpot.
knalpot 2 tak terdiri dari 2 jenis itungan :
1. Dengan selencer
itungan dari mulai ujung [lubang out] sampai dengan ujung selencer [yg nongol dikit itu lhooo......]
knalpot ini mempunyai ciri2 ujung saringan menyatu [menyambung] dan langsung ke ruang perut knalpot. misal knalpot ori F1zr. jadi ketika kita mengganti selencer aja, makanya ada pengaruh ke mesin, klo ukuran ke panjangan [di ukur dari ujung out sampai ujung selencer] dari standar [bawaan] maka nafas jadi panjang,dan acceleration jadi berkurang. dan sebaliknya. klo kependekan maka nafas jadi pendek dan topspeed loyo.
analoginya gas buang jadi cepat keluar, klo cepat keluar maka acceleration mantap, dan bagus buat trek pendek.
ini bisa juga di terapkan ke pada knalpot kolong yg notabane memakai selencer yg langsung menyatu ke perut. jadi dengan mengganti selencer saja bisa berakibat ke tenaga.
2. Tanpa selencer.

itungan ini bisa di liat di perut knalpot ori ninja R [bukan RR yg kolong], karena knalpot ini mempunyai sekat dan selencer tidak langsung menyatu ke perut knalpot, tapi di pisahkan oleh sekat yg berfungsi mengurangin suara dan polusi udara [catalisator]. sekat terujung berada di dalam selencernya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Otomotif

 

Kopling & CARA KERJANYA

Kopling atau Clutch yaitu : peralatan transmisi yang menghubungkan poros engkol dengna poros roda gigi transmisi. Fungsi kopling adalah untuk memindahkan tenaga mesin ke transmisi, kemudian transmisi mengubah tingkat kecepatan sesuai dengan yang diinginkan.
Dalam keadaan normal, dimana fungsi kopling bekerja dengan baik, begitu pengemudi menekan pedal kopling, tenaga mesin akan di putuskan, karena saat pedal ditekan maka gaya tekan itu akan mendorong release fork dan release fork akan mendorong release bearing. Sehingga release bearing akan mengangkat mendorong pegas diaprahgma dan preaseure palte, clutch disc akan terlepas dengan flywheel. Serentak roda gigi akan terlepas dari pengaruh putaran mesin.
Kondisi inilah yang memungkinkan terjadinya perpindahan roda gigi pada transmisi. Dewasa ini terdapat berbagai jenis kopling diantaranya kopling gesek, kopling fluida, koping sentrifugal, dan kopling magnet. Tetapi yang paling banyak digunakan oleh kendaraan bermotor adalah jenis koping gesek tipe plat dan kopling gesek tipe kerucut, dimana untuk kopling tipe plat ini bisa berupa kopling plat basah dan kopling plat kering. Kopling plat basah adalah kopling yang plat-platnya direndam dengan minyak pelumas. Kebanyakan kopling jenis ini digunakan oleh sepeda motor. Sedangkan jenis kopling plat kering adalah jenis kopling yang plat-platnya tidak direndam oleh minyak pelumas. Umumnya digunakan pada mobil dan sepeda motor tua buatan Eropa.
kelebihan dari kopling plat basah adalah tidak cepat aus, karena dilumasi oleh oli. Kekurangannya, hambatan geseknya kurang sehingga tidak bisa memindahkan tenaga seefektif kopling kering. Apalagi bila di tambahakan bahan aditif  pelicin, kopling bisa slip.
Kopling kering cepat aus karena tidak terkena oli tetapi tenaga pemindahan dari mesin ke roda gigi lebih baik.

Pada umunya, bagian utama kopling terdiri atas 3 macam yaitu :
unit kopling, tutup kopling, dan unit pembebas.
Unit kopling terdiri atas plat kopling, plat tekan, dan pegas kopling. Tutup kopling diikat oleh roda gila, sedangkan didalamnya dipasangkan pada roda poros persneling dan ditempatkan diantara roda gila dan plat tekan. Plat tekan akan menekan plat kopling terhadap roga gila dengan adanya tekanan dari pegas-pegas koping. Peranti ini dibuat dari bahan besi tuang dimana bagian permukaannya dibuat halus dan rata. Sedangkan plat kopling di buat untuk memberikan gesekan yang besar pada roda gila dan plat tekan serta ditempatkan diantara keduanya. Pada kedua permukaan plat kopling ini dipasangkan kampas dan dikeling dengna paku keling, dan biasanya pada permukaan platnya di beri kepingan logam. Fungsinya adalah untuk memperkuat dan juga untuk menyalurkan panas. Selain itu, pada bagian tengah plat kopling terdapat pegas torsi.
Pegas torsi berfungsi untuk mengurangi kejutan-kejutan yang terjadi pada waktu kopling bekerja dan untuk mencegah kemungkinan pecahnya plat kopling atau kerusakan  lainnya seperti bengkoknya plat kopling.
Unit pembebas terdiri atas garpu pembebas, bantalan, dan tuas untuk menarik plat tekan sehingga membebaskan kopling.

Cara kerja kopling adalah apabila mesin berputar, dengan sendirinya roda gila ikut berputar, sedangkan pada roda gaya ini dipasangkan tutup kopling yang tentunya juga ikut berputar. Dalam hal ini poros roda gigi atau poros utama persneling belum dapat berputar, demikian juga dengna plat kopling yang dipasang dengan perantaraan suatu alur pada poros tersebut yang memungkinkannya bergerak sepanjang poros persneling. Selanjutnya, apabila kita ingin menggerakkan roda, hal ini dapat dilakukan dengna mengoperasikan pedal, dimana pada waktu pedal di angkat pegas-pegas kopling akan menekan plat tekan pada roda gila. Hal ini yang menyebabkan plat kopling tersebut terjepit diantara roda gila dengna plat tekan. Plat ini mulanya akan slip, dan bergesekan dengan roda gila maupun plat tekan akan tetapi selanjutnya secara bertahap akan ikut terbawa berputar dan selanjutnya akan memutar poros utama persneling

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Otomotif

 

CARA MUDAH SETTING KARBULATOR

Cara mudah seting karburator yang murah meriah adalah di seting sendiri tanpa harus pergi ke bengkel. spenyetelan karburator standart yang sangat mudah, tetapi lebih bagus kalau karburator di bersihkan dulu dan filter bensin serta filter udara juga ikutan di bersihkan supaya kotoran atau endapan yang ada didalamnya dapat di buang begitu juga dengan pilot dan main jet ikut bersihkan. Untuk pilot dan main jet kalo bisa di bersihkan dengan karburator cleaner supaya waktu lebih singkat tapi kalo gak punya ya… pake bensin aja ato pake tiner kalo punya.
Setelah dibersihkan pasang kembali sparepart karburator ke posisi semula  dan tempatkan ke manifold dengan baik dan benar…. kalo tidak bisa terjadi kebocoran pada sambungan.

  1. Putar ke kanan setelan angin sampai mentok kemudian putar balik ke kiri untuk motor bebek 1,4 – 1,5 putaran dan untuk motor sport sampe 2,5 putaran.
  2. Setel gas untuk putaran 3000 – 5000 rpm
  3. Hidupkan mesin……bremmm…bremmmm
  4. Kemudian Setel baut angin sampai posisi suara mesin tertinggi atau suara knalpot tidak nembak walau sekecil apapun kira kira antara 1,4 – 1,6 putaran untuk motor bebek. untuk motor sport dari 2,4 – 2,6 putaran.
  5. Jika sudah ketemu suara mesin tertinggi maka turunkan setelan baut gas hingga posisi idle atau gak matian…..(900 -1100 rpm)..
  6. Lalu cek sekali dua kali untuk di gas…. bremmm…..bremmmm dan setelah posisi idle mesin gak mati …maka motor sudah enak di ajak jalan jalan dan mudah mudahan irit.
  7. Kalau masih mati ulangi proses dari pertama biar puas…puas.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Agustus 2011 in Otomotif